Jakarta merupakan ibu kota negara dari Indonesia. Kota yang padat ini merupakan pusat pemeritahan sekaligus pusat roda ekonomi negeri ini. Di kota yang luasnya hanya 661,52 km² dipadati oleh 10.374.235 jiwa. Kebanyakan dari penduduknya bukanlah orang asli, melainkan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang tujuannya hampir sama, mencoba peruntukan mencari rezeki.

Jakarta memang merupakan pusat perekonomian, namun tidaklah mudah mencari pekerjaan di tempat ini. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat penggangguran dan kemiskinan menjadi tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, tingkat kemiskinan per Maret 2017 sebesar 3,77 persen atau 389.690 orang, sementara tingkat pengangguran per Februari 2018 sebesar 5,34 persen. Walau begitu, pemerintah telah melaksanakan berbagai program untuk mengurangi tingkat kemiskinan ini. Hasilnya dapat dibuktikan dengan melihat persentase tingkat kemiskinan yang menurun per Maret 2018 yaitu sebesar 3,57 persen.
Selain terkenal kumuh dan padat penduduk, kota ini memiliki banyak tempat – tempat unik, menarik, dan beberapa ada yang memiliki nilai sejarah. Di Jakarta Pusat, kita dapat menemui berbagi icon landmarks mulai dari Tugu Monas, Museum Nasional, Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, dan Tugu selamat datang atau biasa dikenal Bunderan HI, serta gedung perkantoran dan berbagai pusat perbelanjaan.

Di Jakarta Utara, kita dapat berkunjung ke Taman Impian Jaya Ancol yang memiliki fasilitas hiburan yang lengkap mulai dari Dufan, Atlantis Waterpark, Seaworld, dan masih banyak lagi. dari tempat ini pula, kita dapat menuju ke Kepulauan Seribu dengan menaiki Speadboat dari Teluk Ancol. Beberapa pulau yang terkenal yaitu Pulau Bidadari,Tidung, Pari and Pulau Macan. Berbagai fasilitas menarik seperti private beach dan resort yang terletak dekat dengan pantai tersedia disini sehingga pengunjung mendapatkan suasana laut yang menakjubkan.
Di Jakarta Barat, kita dapat mengunjungi tempat bersejarah seperti Museum Fatahillah yang terletak di Kota Tua. Tempat ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dulunya kota tua merupakan pusat perdangan dan kota pelabuhan dibawah kekuasaan Belanda dan merupakan asal mula kota jakarta. Barulah saat zaman penjajahan Jepang, kota ini diberi nama Jakarta.

Penduduk etnis Jakarta yaitu Suku Betawi. Asal mula nama betawi sebenarnya adalah Batavianen yang merupakan sebutan untuk orang pribumi yang tinggal di batavia pada masa belanda. Lama – kelamaan sebutannya berubah menjadi Suku Betawi. Bahasa yang digunakan mirip dengan bahasa indonesia. Perbedaannya terletak pada pengucapan kata berakhiran “a” menjadi “e” yang pengucapannya seperti pada kata “emansipasi” buka seperti pada kata “negara”.

Tarian terkenalnya yaitu Tari Lenggang Nyai yang biasanya diiringin musik has betawi yaitu gambang kromong. Pencak silat juga merupakan kebudayaan yang terkenal dari suku betawi. Hampir disetiap acara adat selalu ditampilkan Pencak silat, baik yang tujuannya untuk menghibur ataupun sebagai bagian dari prosesi adat seperti pada acara pernikahan.
Keunikan lain dari Jakarta yaitu lalu lintasnya yang selalu padat setiap waktu. Jika anda sedang berada di sini dan memiliki janji bertemu dengan seseorang, pastikan anda melihat kondisi lalu lintas dan memperkirakan lama perjalanan anda sampai ketujuan.
Sumber :
https://www.indonesia.travel/gb/en/destinations/java/dki-jakarta
https://www.wisatakotatua.com/sejarah-kota-tua/